Doa dari seorang teman

Saat ku merasa tak mampu memberikan perhatian padamu, ku yakin ALLAH mampu.
Saat ku merasa tak mampu lagi membantumu bertahan, ku yakin ALLAH mampu.
Saat ku merasa tak mampu menjadi tempatmu berkeluh kesah, ku yakin ALLAH mampu.
Ya Rabb, satu pintaku saat ku sudah tak mampu lagi menggenggam erat tangan saudariku,
jangan biarkan ia lepas dari genggamanMU.
Aamiin…

Aku dapat SMS ini waktu lagi down bgt! Sedikit tersentak waktu membaca pesan singkat ini. Seolah-olah temanku nun jauh disana bisa merasakan langkahku yang ingin menjauh dari tempatku berpijak sekarang.

Sedih… senang… terharu… Walaupun lama tak bertukar kabar, temanku masih ingat padaku, masih peduli, masih memikirkan aku. Sampai hari ini belum kubalas pesannya. Aku kehilangan kata-kata.

Hanya satu yang ingin kuucapkan.

Terima kasih.

Terima kasih selalu ingat untuk mendoakanku.

Kau adalah salah satu anugerah terindah dari Allah untukku.

Iklan

my feelings and thoughts yesterday

Hmmm… dengan kalimat apa aku harus mulai? He3x… suka bingung memulai awal tulisan. Masih kurang pe-de untuk mengungkapkan sesuatu :p

Sedikit cerita dari perasaanku kemarin. Bersyukur ternyata masih banyak teman-teman yang cukup perhatian untuk mengucapkan selamat ulang tahun dan menyampaikan doanya buatku. Padahal sejak beberapa bulan yang lalu, sudah mulai tak menganggap ulang tahun sebagai hari yang istimewa, selain sebagai pengingat bahwa jatah hidup di dunia sudah makin berkurang. Anyway, sekali lagi terima kasih untuk teman-teman yang sudah memberikan ucapan selamat dan mendoakan kebaikan. You guys (and gals :D) really are a blessing 😉

Hiks… jadi tersentil juga, sejauh ini (atau lebih tepatnya ‘setua ini’ :p), aku udah ngapain aja sih? Kadang membandingkan diri dengan orang sekitar, entah itu teman kuliah, teman kantor, atau yang baru aku kenal, kayanya aku belum melakukan ‘apa-apa’. Masih merasa hidup ini lempeng-lempeng aja. Secara… ga pernah berani mengambil resiko :p

Well… selain berulang kali patah hati gara-gara terlalu mudah jatuh hati (ciee…). Kayanya belum ada petualangan yang bener-bener worthed untuk dikenang sepanjang hidup. Oops… ga seharusnya aku berpikir seperti itu ya. Seorang teman pernah mengingatkan, “Setiap orang udah ada waktunya masing-masing…”. Itu dia bilang ketika aku complain, “kayanya hampir semua orang yang aku kenal udah punya petualangan sendiri ya, yang keluar negeri lah, keluar Jawa lah, jadi manajer lah… aku ko kayanya belum ngapa-ngapain ya???”. Bweehhh… orang tiap kali ada peluang aku lebih sering ragu daripada ngambil tindakan. Hi3x… ko masih menyalahkan nasib :p

Gyaahhh… sekedar ngomong ga akan mengubah apapun. Iya kan… Please… bantu aku dengan doa. Mudah-mudahan bisa aku wujudkan dalam tindakan. Mulai sekarang aku harus lebih berani. Hiks… teringat kembali satu artikel yang ‘cukup’ menyindir yang aku baca minggu lalu. Judulnya “Berubah Saja!”. Intinya kalau mau berubah, tidak perlu menunggu kapan saat yang tepat atau sampai merasa benar-benar siap. Kalau memang itu perubahan untuk jadi lebih baik, kenapa harus menunggu. Berubah bisa kapan saja, tinggal masalah mau atau tidak (jleb… jleb… jleb…). Kalau mau berubah, ya tinggal berubah saja. Kapan? Sekarang!

Duh… mudah2an aku ga cuma ngomong ya… Bismillah…

Learning to write

Lagi sakit mata, tapi tetep bandel melototin monitor komputer :p

Cuma agak pilih-pilih aktivitas, klo kemarin-kemarin bisa berjam-jam pesbuk-an atau surfing ga jelas di youtube, sekarang berusaha beraktivitas yang ‘kira-kira’ lebih bermanfaat.

Serasa ditegur dengan sakit mata, mungkin selama ini matanya kurang digunakan untuk hal yang bermanfaat. He3x… pengakuan dosa niy :p

Duh… tapi lagi nge-blank niy mau nulis… eh… ngetik apa. Niatnya siy hari ini stay home all day. Selain dalam rangka pemulihan kondisi kesehatan mata, juga mau ‘melalap’ buku-buku yang belum sempat dibaca kemarin-kemarin. Well… lebih tepatnya mungkin belum disempatkan untuk dibaca… xixixi…

Mau mengutamakan buku-buku pinjaman untuk dibaca terlebih dahulu. Apalagi buku yang sudah terlalu lama dipinjam. He3x… ada yang sudah berbulan-bulan nongkrong di rak bukuku tapi belum sempat dibaca. Punya sepupuku, kayanya dia lupa kalau aku pinjam, jadi ga pernah mengingatkan 😀

Hmmm… nanti aku lanjutkan lagi menulisnya. Sekarang bener-bener lagi blank. Maybe I’ll try to write what I’ve read. Just for practice.

Have a great Sunday!