My Strange Allergic Reaction?

Reaksi alergi yang aneh…

Kenapa kubilang aneh? Karena emang aneh. Fish is one of my favorite food. I never get sick or allergy to fish. But last week… my body reacted strangely when I eat Kakap fillet (what is the English for Kakap anyway?).

Here’s the story. Aku bawa bekal nasi dengan fillet ikan kakap goreng dengan porsi nasi cukup untuk sarapan dan makan siang — penghematan ;p . Aku sarapan di mejaku setelah briefing pagi di kantor, sekitar jam setengah 9 pagi, Selesai sarapan, aku sendiri tak merasakan reaksi apapun. Tapi sepertinya kulitku, terutama kulit muka, sudah menunjukkan gejala tak beres.

“Teh Tika, kenapa mukanya? Koq merah banget?”

Awalnya pertanyaan itu tak terlalu kuacuhkan, mengingat wajahku memang gampang merah, kupikir itu wajar, mungkin aku sedang kepanasan, atau mungkin pagi ini aku terlalu banyak memakai pelembab, atau mungkin …. okey, yang terpikir semula cuma 2 kemungkinan itu, suhu udara yang panas atau reaksi kulit terhadap pelembab.

Tapi… semakin siang… terutama setelah makan siang, aku menghabiskan seluruh bekalku yang ditemani lauk fillet ikan kakap goreng sebanyak 3 potong… semakin banyak rekan kantor yang berkomentar,

“Tik, kenapa muka lo? Ko merah banget?”

“Teh Tika, mukanya merah, kenapa? Sakit ya? Demam?”

Nah lho! Ada lagi yang ngasi pertanyaan serupa mustinya aku sediakan gelas ya. Hati-hati gelasnya kulempar ;p

Aku mulai merasa, wah… ada yang ga beres niy…

Apalagi siang menjelang sore, aku perhatikan kulit tanganku juga jadi memerah dan sedikit terasa gatal. Kulit betis juga mulai terasa gatal. Penasaran, kuperiksa kulit betisku di toilet… yups… merah-merah… it means… reaksi alergi.

Salah seorang rekan kerjaku menyarankan untuk minta dibelikan obat anti alergi. Tapi berhubung aku terlalu malas untuk minum obat (dan memang malas beli, hehe…), dia menawarkan saran alternatif, “Ya udah, banyak minum air putih aja dulu, buat ngurangin kadar racunnya”. Well… that’s easier, so I did. I drink a lot of water.

Merah-merah di kulit muka, tangan dan kaki sudah mulai memudar menjelang sore. Tapi pusing di kepala justru makin menjadi. Aku heran, padahal aku sudah banyak minum. Bener2 deh… yang terpikir saat itu cuma aku ingin pulang. Berbaring sepertinya akan sangat meringankan rasa sakit di kepalaku. Menunggu detik-detik menuju jam pulang menjadi terasa sangaaatttt… lama. Begitu sudah waktunya pulang, wusss… aku langsung pamit pulang duluan. Rekan-rekan kerja seruangan mewanti-wanti supaya aku berhati-hati. Hihi… sepertinya penampakanku cukup mengkhawatirkan.

And you know what? Sepanjang perjalanan pulang, dari Kalapa sampai Abdurrahman Saleh, aku tertidur pulas… Alhamdulillah… saat terbangun, kepalaku terasa jauh lebih ringan, sakit kepalaku sudah mulai hilang.

Tadinya kuputuskan untuk mengistirahatkan diri malam itu. Melewatkan satu kali latihan capoeira sepertinya tak apa. Tapi… rasanya sayang… it’s one of the fun activity I really enjoy. Sakit kepalaku sudah lenyap, jadi waktu sepupuku datang menjemput, ok… we’ll go practice!

Sekian sampai disini? Enggak! Aku ini memang bandel!

Hari ini, aku makan siang dengan fillet ikan kakap goreng yang bahan mentahnya masih ada di kulkas. Kupikir pekan lalu reaksi alerginya muncul karena kondisi tubuh yang kurang fit. Karena hari ini aku merasa cukup fit, tak apa lah makan dengan menu yang sama. Sekalian memang penasaran… masa sih, aku alergi… biasanya juga tak masalah makan ikan.

Dan… beberapa menit setelah makan… di sela-sela aktivitas online, kutengok wajahku di cermin… uh-oh… merah dan sedikit lebih tembem. Kutebak, beberapa menit lagi pasti kulit tangan dan kaki akan ikut merah dan terasa gatal. Yups! Exactly the same reaction as last week. Pada saat mengetik ini pun kulitku masih merah-merah dan gatal, kepala juga sedikit pusing. Haha… dasar bandel!

Tenanngg… mengingat pengalaman pekan lalu, sepertinya aku hanya perlu banyak minum dan berbaring sebentar untuk meringankan sakit kepala. Gejala-gejalanya akan hilang dengan sendirinya. Dan aku harus mengingatkan diriku untuk tidak makan ikan kakap dulu untuk sementara. Huff…

Iklan