Spending My Day Finding Mino

Just done reading Finding Mino yesterday. While I was lying on my bed with wet towel on my forehead. Ha? Haha… yes… I was having cold and fever yesterday. It was boring just lying down on my bed all day, so I decided to just read 😀

Buku Finding Mino itu punya Shinta. Dia dapet langsung dari penulisnya, karena penulisnya salah satu mahasiswa di program S2 Hukkes, semacam kado perpisahan pasca kelulusan kayanya. Aku baca di profil penulisnya di halaman terakhir dari novel ini, whoa… he’s younger than me! I’m so envious… he’s younger and he already had a book published… I want it too… Hehe… — bikin tulisan dulu, Tika! apa yang mo diterbitin klo ga ada tulisannya :p

Anyway… reading this book, does remind me of Ayat-ayat Cinta. The main character, named Mino, is really close to perfect. Sholeh, ga kaya, tapi dapat dikatakan cukup mapan, perhatian ama temen2nya, sopan dan santun, hormat sama ortu, menghormati wanita juga, dan sifat-sifat inilah yang bikin dia ditaksir banyak wanita yang jadi tokoh pendukung dalam cerita ini. Fuuhh… sounds similar with Fahri on Ayat-ayat Cinta. Ditaksir banyak cewe… haha… am I jealous or what???

Tapi aku jatuh cinta justru ama tokoh adiknya Mino, named Bagas. Ceritanya baru lulus SMP, dan baru masuk SMA. Punya karakter sholeh juga, ditambah kepolosan khas ABG, tapi ga polos-polos amat, karena pola pikirnya sudah tergolong dewasa. Tapi dasar penulisnya tega… hiks… masa karakter yang sudah bikin aku jatuh cinta ini… … …

Haha… I’m not gonna give you spoiler. Just read the book. Lumayan seru koq. Aku selesaikan buku ini hanya dalam waktu sehari. Habis ngapain lagi, cuma berbaring seharian di tempat tidur, menunggu hidung berhenti atau setidaknya mengurangi produksi ingus, plus berharap panas tubuh menurun ke suhu normal. Demam kemarin membuat aku berpikir, kayanya bisa nih masak telor dadar di keningku, saking panasnya sampai bikin mata kering — lebay…

Anyway (lagi)… here’s the brief story of this book: Mino adalah seorang wartawan di sebuah harian lokal di kota Bandung. Dia sendiri asli Solo, merantau ke Bandung sejak kuliah. Dalam petualangannya menjadi seorang pencari berita di Bandung, dia berkenalan dengan wanita-wanita yang dalam cerita ini ternyata menaruh perasaan pada Mino (sigh…). Yang pertama, seorang anak SMA tahun terakhir yang membantunya menyebarkan angket sebagai bahan berita. Yang kedua, seorang wartawati di tempatnya bekerja yang supel. Yang ketiga, seorang gadis berjilbab bersahaja yang usianya lebih tua dari Mino. Yang keempat, seorang gadis yang sama-sama kos di lingkungan kosan Mino, ditambah seorang wanita dari kota asal Mino yang dijodohkan dengan Mino yang konon mirip Tamara Blezynski. Whoa… jadi Mino pilih yang mana nih…

Aku maunya ama adiknya Mino aja… (lho???) Haha… gpp lah, walaupun sedih karena nasib karakter adiknya Mino ternyata … … … , baca buku ini cukup nambah wawasan tentang dunia jurnalistik dan dunia kesehatan. Penasaran khan? Baca aja…. 😉