Three 1st episodes of Pride

Kemarin baru aja selesai menyelesaikan nonton DVD pinjaman. Dorama yang judulnya “Pride” dengan tokoh utama pria Takuya Kimura.

Awalnya sedikit apatis waktu dipinjamkan film ini, aku masih setia jadi pengagum Yamashita Tomohisa sih 😛 Tapi penasaran juga, yang promosi gencar sih, katanya karakter tokohnya menarik, enak dilihat pula… XD

Dan ternyata sodara-sodaraaaaa…. saya juga jadi nge-fans Takuya Kimura. Tapi cuma di film ini aja, soalnya waktu googling fotonya, wih… penampilannya ga selalu bagus, hehe… tetap setiap jadi pengagum Pi-chan kayanya, akang Pi mah kliatan bagus dalam pose apapun, hehe…

Anyway, I wanna share a little story from the movie. Jadi… film ini menceritakan tentang seorang pemain ice hockey yang diperankan oleh Takuya Kimura, nama tokohnya dalam film ini adalah Halu. Dan tokoh utama wanitanya adalah seorang office lady bernama Aki.

Halu diceritakan sebagai seorang ‘player’. Dia menganggap ‘love is a game, don’t take it too seriously’ (whoa!). Sementara Aki diceritakan sebagai seorang wanita yang setia menunggu kekasihnya yang katanya sih sedang menuntut ilmu di luar negeri. Cuma tragisnya (lebay…), sang kekasih ini udah 2 tahun ga ada kabar. Jadi ceritanya status Aki lagi ga jelas nih…

Halu tertarik dengan karakter Aki yang setia menunggu kekasihnya. Dia salut terhadap kesetiaan Aki. Lalu Halu menawarkan semacam ‘love contract’ kepada Aki. Bahasanya kira-kira begini, “Gimana kalo kita jadian? Ga ada ikatan emosi, kita jalan aja. Saling mengisi supaya ga kesepian. Nanti kalau cowokmu pulang, aku balikin kamu sama dia.” — ouch!

Haha… tentunya bahasa dalam film ga sekasar itu kalee… tapi kurang lebih begitulah kontennya. Awalnya Aki ragu, dengan kesepakatan kaya gitu sepertinya cuma Halu yang diuntungkan, tapi… kesepian juga bukan ide yang menarik buat dijalani. Akhirnya Aki setuju dengan ide Halu. Dan jadilah mereka ‘pacaran’.

Walaupun judulnya hubungan mereka ‘is a game’. Tapi tetep ada greget romansa… (seehh… aku teh ngomong apa sih???). Maksudkuuu… hmm…. apa yaa… yaa… khas dorama Jepang kali ya… interaksi antar tokohnya suka bikin greget. Pura-pura jaim, padahal…

Anyway… aku baru nonton 3 episode pertama dari total 11 episode. Tapi belum apa-apa sudah merasa familiar dengan karakternya. Posisiku kayanya ga jauh beda, entah itu dengan Aki ataupun dengan Halu. Sama dengan Aki dalam hal penantian, ga jelas kapan penantian ini akan berakhir. Sama dengan Halu, berusaha membunuh kesepian dengan sedikit menjaga jarak / berusaha untuk tidak terlalu akrab secara emosi (paradoks ya? dunno… that’s just me, I guess…).