Terjebak di President Suite

Spending my previous weekend and weekdays at Hawaii Hotel, Anyer. From Sunday, January 10th to Thursday, January 14th 2010. And here’s the story.

Ga tahu kenapa, sejak beberapa hari sebelum keberangkatanku ke Anyer, kupu-kupu kembali hinggap di dalam perutku dan tak henti-henti mengepakkan sayapnya. One of my friend said, “If you don’t wanna go. Don’t go!”. Simple. But not that simple. Sebagai salah satu panitia, aku harus berangkat, lagipula… I don’t have a strong enough reason not to go :p

Beberapa panitia sudah berangkat dan berada di lokasi sejak Sabtu, 9 Januari 2010. Aku berangkat bersama rombongan peserta hari Minggu, 10 Januari 2010. Dengan berat hati, aku pamit pada Mamaku, mengangkat tasku yang tak kalah beratnya, tergesa menaiki angkot yang akan membawaku ke kantor, meeting point untuk rombongan yang akan berangkat hari itu.

Tiba di meeting point, sudah banyak orang yang datang, 2 bis yang akan membawa peserta ke Anyer sudah standby. Kutepiskan keraguanku dan kembali mengumpulkan keyakinan, everything’s gonna be okay, this butterfly just remind me of my insecurity of being away from home for a while. Bertemu wajah-wajah ceria yang akan bersama-sama menuju ke lokasi, sedikit mengangkat keraguan di hatiku. Hehe… lagipula, sebagai salah satu panitia, rasanya tak pantas aku memasang wajah tak bersemangat :p

We’re leaving around 8.30 AM. On the way to Anyer, the journey quite smooth. I slept most of the time 😀

Tiba di Anyer sekitar pk. 16.00. Lelah menyergap tapi tetap lega. Mungkin kupu-kupu dalam perutku juga sudah lelah, tak terlalu kurasakan lagi kepakan sayapnya. Tugasku sudah menanti, di hari pertama, aku membantu persiapan registrasi dan pengisian daftar hadir di awal setiap sesi materi, di hari kedua, selain membantu registrasi, aku juga membantu memastikan seluruh peserta yang datang di hari Senin, 11 Januari 2010 mendapatkan kamar untuk beristirahat.

I must say, Monday was a very hectic day for me (dan pastinya untuk rekan panitiaku yang juga bertugas sebagai penanggung jawab kamar). Sepanjang hari berulang kali bolak-balik lantai 1 – lantai 4, memastikan para peserta sudah mendapat kamar untuk beristirahat. Huff… Berulang kali kuhibur diri, anggap ini latihan… anggap ini latihan… kulihat sekeliling interior hotel berlantai 4 ini. Hmm… bener2 spot yang asik buat latihan parkour. Sambil bolak-balik naik tangga, aku membayangkan diriku sebagai traceusse yang sudah mahir, tak perlu selalu menggunakan tangga atau lift untuk bolak balik dari satu lantai ke lantai lainnya. *ngayal mode ON*

Let’s jump to the last day. It’s Thursday, January 14th 2010. Betapa leganya…

Oiya? Lega? Are you sure?

😀

Yang pasti memang lega setelah rombongan terakhir dari seluruh peserta meninggalkan lokasi. Tinggal menunggu bis panitia. Tim travel bilang, bis untuk panitia akan tiba dalam waktu sekitar 2 jam (waktu itu sudah sekitar jam 1). Ok, doesn’t matter. Yang penting peserta aman, panitia bisa menunggu.

Tik… tik… tik…

Tiba-tiba datang kabar berikutnya, bisnya baru datang 2 jam lagi (itu sudah hampir jam 3). Untungnya, datang tawaran untuk menunggu di President Suite, bersama tim dari travel agent. Whoa… tawaran bagus yang tak kita tolak. Hehe… tim panitia yang masih tertinggal di lokasi batrenya sudah kritis. Mendapat tawaran kamar untuk istirahat tentu tak boleh disia-siakan 😀

Beberapa saat beristirahat di kamar, datang kabar berikutnya. Bisnya terjebak macet di Jakarta. Kemungkinan baru tiba di Anyer waktu Maghrib. Gubrakkk…

Untungnya tim panitia ada yang berinisiatif nyetel DVD Pirates of Carribean (film yang menginspirasi tema Rikernas tahun ini). Lumayan, nonton DVD untuk membunuh waktu sampai bis jemputan tiba. Ayoooo… nontonn…

Hehe… blon sampe setengah film, beberapa kru sudah terkapar tak bersuara (kecuali yang mendengkur, xixixi…). Cuma aku kayanya yang masih anteng nonton, soalnya emang belum pernah nonton 😀

Huff… film berakhir menjelang Maghrib. Menjelang scene terakhir, setengah kru sudah kembali dari alam mimpi. Dasarrr… pas scene terakhir langsung pada heboh… kayanya pada ga nyangkain kalau masih ada aku ikut nonton di belakang. Baru pas aku turun dari kursi, mendengar suara kursi bergeser baru pada ngeh :p

Adzan Maghrib berkumandang. Semua tim survivor shalat Maghrib berjamaah, jamak shalat Isya.

Krucuk… krucuk…

Hahaha… mulai lapar deh. Sudah waktunya makan malaaammm… Tapi apa daya, tak ada jadwal makan malam di hotel hari ini. Panitia masih punya telur. Jadilah kita merebus telur. Menu makan menjelang pulang kita sore itu adalah telur rebus didampingi sirup markisa bingkisan dari peserta. Eehh… baru aja telurnya matang, tiba-tiba dapat kabar kalau bisnya sudah datang. Karena kita sudah lapar, makan duluuu…

Eit… eit… sayangnya tak sempat berfoto dulu di President Suite. Hehe… tetep… narsiss…

Well… now it’s time to go home. Sudah tak sabar menanti saatnya tiba di rumah.

Iklan